Minggu, 24 Oktober 2010

Menumbuhkan Rasa Syukur

Saya jadi teringat sahabat saya, katanya kadang kita kurang bersyukur atas nikmat yang telah Tuhan augerahkan untuk kita. Selalu saja merasa kekurangan, kekurangan dan kekurangan... Melihat selalu keatas... Dia bilang cobalah sesering mungkin melihat kebawah, agar rasa cukup dan bersyukur itu bisa tumbuh dihati. Sambil bercanda dia cerita, di lorong yang sempit ada seekor kucing yang lagi jalan-jalan keselip karena genangan air hujan, jatuh dalam selokan yang becek. Kucingpun berkata betapa malangnya nasibku dan betapa hebatnya kau hai air hujan, bisa jatuhkan diriku yang malang ini kedalam selokan. Air hujan pun berkata, hebat lagi awan, dia jatuhkan diriku dari langit yang tinggi. Awan pun berkata, hebat lagi angin, dengan tiupannya membawa aku kemana yang ingin dituju. Angin pun berkata, hebat lagi gunung yang dengan kokohnya menahan tiupanku. Gunung pun berkata hebat lagi tikus, yang dengan tangan dan mulutnya melubangi seluruh tubuhku ini. Tikus pun menjawab hebatlah lagi kau wahai kucing, dirimu bisa menerkamku kapan saja.. membuat hidupku tidak tenang dan dalam mimpiku pun teringat kehebatanmu... Akhirnya dengan senang, puas dan bangga kucingpun berkata.... wahai... betapa beruntungnya diriku... Ternyata Tuhan telah menjadikan nasibku yang terbaik.

Akupun sadar betapa kadang kita melupakan bahwa Tuhan telah menjadikan kita terbaik, dari sisi dan segi kehebatan juga kekurangan masing-masing individu. Yang pastinya tiap-tiap anugrah Tuhan harus kita syukuri dengan membawanya kepada keridhaan-Nya dan tiap amanah terdapat taneggungjawab yang besar. Tuhan Maha Tahu, manakah anugerah terbaik dan sesuai buat kita.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar